Skip to main content
Market
25 June 2026 4 views

Memahami REST API vs WebSockets pada Binance & OKX untuk Pengembang Bot Kuantitatif

Perbandingan mendalam penggunaan REST API dan protokol WebSocket untuk pengambilan data pasar real-time dan eksekusi order pada pengembang bot trading.

A
Ditulis oleh Admin
25 Jun 2026, 20:33 WIB

Kebutuhan Data Berkecepatan Tinggi pada Algorithmic Trading

Dalam perdagangan frekuensi tinggi (High-Frequency Trading), satu milidetik dapat menentukan profitabilitas suatu posisi. Pengembang bot trading crypto harus memilih protokol komunikasi yang tepat antara REST API dan WebSockets saat mengintegrasikan bot kuantitatif dengan exchange global seperti Binance atau OKX.

Karakteristik REST API

REST (Representational State Transfer) berbasis pada model request-response HTTP tradisional. Setiap kali bot membutuhkan data harga terbaru atau ingin mengirim order, bot harus membuka koneksi TCP baru, mengirim request, menerima response, dan menutup koneksi. REST API sangat baik untuk aksi berkala (stateless) seperti mengirim perintah transaksi (Order Execution) atau menarik data historis (K-line candlesticks).

Karakteristik WebSockets

WebSockets menyediakan saluran komunikasi dua arah penuh (Full-Duplex) yang terus terbuka di atas satu koneksi TCP. Sekali jabat tangan (handshake) berhasil dilakukan, exchange akan terus mengirimkan feed harga terupdate (Ticker, Trade streams, Order-book depth) secara real-time langsung ke bot tanpa perlu bot mengirimkan request berulang kali. Ini menghemat bandwidth dan mengurangi latensi hingga di bawah 10ms.

Bagikan Artikel Ini: